Archive for October, 2009
Ngurusin SIM (mutasi & perpanjangan)
Tahun ini, pertama kali ei ngurusin perpanjangan SIM aka Surat Ijin Mengemudi. Alhamdulillah selama pegang SIM 5 taun kebelakang, ga pernah berurusan sama Polisi gara2 nyetir
.
Sebenernya pengen banget manfaatin layanan Mobil SIM keliling yang menurut cerita orang2 prosesnya ga ribet. Tapi berhubung alamat yang tertulis di KTP ei saat ini beda dengan alamat yang tertera di SIM, jadinya ragu2 apa bisa perpanjangan SIM diproses di Mobil SIM keliling.
Diskusi sama abang, diputusin kita ngurusin perpanjangan SIMnya di kantor Polres aja, cari aman. Pun sepakat kalo abang mau anterin Sabtu, hari ini, berangkat pagi.
Rencana berangkat pagi jadinya agak2 molor karena ga tega liat 2K nangis ditinggal. Kebetulan, 2K bangun kepagian hari ini, 1/2 5 subuh ajah. Jadi bisa dipastikan mereka akan tidur siang fase pertama agak pagian, sekitar jam 8-8.30.
Ternyata perkiraan tepat … 8.30 2K udah mulai tidur siang fase pertama :). Berangkatlah kita ke Polres di kompleks perkantoran PEMDA Cibinong - Kab Bogor.
Sampai di sana, banyak orang yang sama2 lagi proses perpanjangan SIM. Tapi ei sama abang ga liat ada oknum2 berseragam, yg kalo dulu2 pasti udah nemenin dari pertama kita masuk gerbang.
Liat kios photo copy penuh orang, jadinya kepikiran untuk photo copy dulu ktp sama sim soalnya yakin bakal diminta sebagai syarat administrasi.

Selesai photo copy, baru ke loket pengambilan formulir. Sampai di loket, dan bilang mau perpanjang SIM, petugas loket ngasih tau bahwa persyaratannya adalah photo copy SIM & KTP serta surat keterangan sehat. Persyaratan tersebut dimasukkan dalam map yang disediakan secara gratis disebelah loket pengambilan formulir.
Di sebuah ruangan di sudut belakang dekat kantin dan mushola, rupanya ada dokter yang praktek dan sepertinya khusus untuk menyediakan surat keterangan kesehatan
. Sampai disitu ei disuruh ambil nomor urut (dapet no 67), dan kertas kecil yang tergambar 2 kotak. Kotak yang satu untuk mengisi waktu datang ke ruang tunggu di situ, dan kotak yang satunya untuk di isi informasi waktu surat keterangan sehat diberikan oleh petugas di dalem ruangan.
Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas di ruangan tersebut minta ei nyerahin photo copy SIM & KTP untuk ditempel di map yang ei tadi ambil di deket loket pengambilan formulir.
Melihat alamat yang tertera di SIM ei adalah wilayah Kotamadya Bogor sedangkan alamat yang tertera di KTP ei adalah wilayah Kabupaten Bogor, petugas ngasih info bahwa ei harus melakukan mutasi terlebih dahulu dengan menarik berkas2 administrasi pembuatan SIM di Polres Kodya Bogor (istilahnya cabut berkas) dan membawanya serta untuk mengajukan perpanjangan SIM di Polres Kabupaten Bogor.
Itu kalo ei ga mau test teori dan praktek diulang lagi, karena kalo ngga mutasi maka permohonan perpanjangan SIM ditolak dan dianggap permohonan SIM baru.
“Untuk permohonan SIM baru, lebih baik ibu kembali lagi hari Senin. Karena hari ini hari Sabtu, waktu layanan kita lebih pendek, sementara antrian test teori dan praktek sudah banyak”, gitu tambahan keterangan petugas di ruang kesehatan.
Demi ngeliat antrian test teori dan praktek yang memang sudah panjang, plus udah diniatin maunya urusan perpanjangan SIM ini selesai hari ini supaya ga perlu ijin ga masuk kantor, ei sama abang ngitung2 waktu. Waktu itu udah jam 9.30. Kira-kira cukup ga waktunya untuk perjalanan ke Polres Kodya, cabut berkas ke Polres Kodya dan balik lagi ke Polres Kabupaten sebelum jam 11.30 (karena loket penyerahan formulir tutup jam 12.00).
Ah, dicoba dulu aja, kalo ga keburu ya resiko balik lagi hari Senin. Untung tadi kita pake motor. Kalo pake mobil udah pasti ga akan keburu, secara jalur dari Polres Kab ke Polres Kodya ada satu titik macet.
Setelah konsultasi dulu gimana caranya minta cabut berkas, akhirnya kita berangkat ke Polres Kodya. Dengan sedikit ngebut, dan betul kena satu titik macet, kita sampai di Polres Kodya jam 10.15
Di Polres Kodya orang-orang yang lagi urus SIM ga kalah banyaknya dengan yang di Polres Kab. Lagi-lagi ei sama abang ga ngeliat oknum berseragam yang berkeliaran bawa berkas sambil di tempel sama pendaftar.
Pendek cerita, urusan cabut berkas plus pembuatan surat pengantar mutasi selesai jam 11.00. Gerak cepat segera balik menuju Polres Kab. Jalanan sedikit lebih bersahabat dibanding waktu berangkat tadi. Meskipun tetap kena satu titik macet itu, kita bisa sampai di Polres Kab jam 11.15….alhamdulillah.
Tapi ternyata koq loket pengambilan formulir udah tutup
. Tanya2 sama bapak2 polisi yang tugasnya di loket setelah pengambilan formulir, dengan cerita kalo kita abis ambil berkas dulu di Polres Kodya, akhirnya ada salah satu bapak Polisi itu yang bantu masukin berkas syarat pendaftaran ke loket pengambilan formulir (ga pake uang, sumprit).
Untuk meyakinkan bahwa kita ga salah, abang liat lagi jadwal buka loket. memang tertulis untuk hari sabtu, loket buka sampai jam 12.00. Fyuuuh…
Setelah berkas diterima dan bayar biaya perpanjangan SIM, ei dikasih formulir untuk di isi dan nomor antrian.
Selesai isi formulir, proses selanjutnya adalah :
- penyerahan berkas + formulir untuk di input di database (loket 4).
- Scan tandatangan, foto dan pengambilan sidik ibu jari kiri kanan dengan alat elektronik (loket 5)
- Pencetakan kartu SIM (loket 4, SIM yang sudah jadi diambil di loket ini)
Di Polres Kabupaten, loket2 untuk proses2 tersebut tempatnya hampir berurutan. Setiap loket ada tulisan yang bisa dibaca dengan sangat jelas, apa yang dilakukan oleh petugas di loket tersebut plus waktu yang diperlukan oleh loket tersebut melaksanakan pekerjaan itu. Disamping itu juga hampir setiap keterangan proses diberi keterangan : tanpa biaya tambahan.
Sekitar jam 12.30, ei dah terima SIM baru dengan total biaya yang ei keluarkan untuk perpanjangan SIM kali ini adalah 110.000 yang terdiri dari :
- Biaya cabut berkas di Polres Kodya : 35.000
- Biaya perpanjangan SIM di Polres Kab : 60.000 plus premi Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP) 15.000.
Kesan yang ei dapet dari proses perpanjangan hari ini :
Kepolisian, khususnya di Polres Kodya dan Polres Kab Bogor sudah bebenah untuk memperbaiki citranya dalam melayani masyarakat, khususnya layanan SIM.
Semoga hasil bebenah ini bisa awet sampe waktu tak terbatas dan terus menerus dilakukan proses perbaikan tanpa henti.
Bravo POLRI yang bersih!
Note :
Foto di atas diambil di Polres Kodya Bogor, di Polres Kabupaten ga sempet foto2, maklum berasa diburu waktu …
Nasi Goreng Cuci Gudang
Tadinya bingung mau kasih namanya. Mau nasi goreng kulkas, udah pernah. Yah memang sih tetap manfaatin seadanya isi kulkas. Tapi kali ini bener2 ngasal.
Abis ujan2 kan enaknya makan yang anget2 gitu ya. Jadinya nanya deh sama orang paling ganteng di rumah (secara seisi rumah dia doang yang laki2
), mau dibikinin indomie rebus, apa nasi goreng? Eh, jawabannya mantep banget : “Nasi goreng!”.
Liat2 di kulkas, ada daging saus bolognaise sisa topping spagheti, sosis, sama tadi siang beli ayam KFC bawa pulang. Yah, udah 3 hari ini asisten yang biasa beres2 rumah & masak ga masuk, sakit. Dan berhubung dari pagi sampe siang tadi ei ngurus perpanjangan SIM, jadi ga sempet masak deh. Jadi hari ini lauknya beli diluar.
Waktu ngulek bumbu sempet kepikiran apa rasanya ya masakan itali ketemu kemiri kekekek. Eh ternyata mereka akur, ga pake acara brantem alias rasanya ga aneh deh…
Meskipun kalo disuruh ulang bikin yg persis kayak gini agak2 males juga ya secara harus sengaja bikin dulu daging saus bolognaise :p .
Waktu cerita2 sama mama rafayra, dikomentarin gini : itu mah cuci gudang namanya… hihihih, thanks ya de, udah nemuin judul nasi goreng hari ini
.
Nasi Goreng Cuci Gudang
Bahan :
- 5 porsi nasi (yah 5 piring deh)
- 5 sdm daging saus bolognaise
- 2 buah sosis, iris
- 1 potong ayam KFC (dada), suwir2
Bumbu (dihaluskan) :
- 3 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 5 buah cabai keriting
- 3 buah kemiri
- 1 sdm garam
1 batang daun bawang
1/2 sdt lada bubuk
1/2 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdm minyak wijen
3 sdm minyak goreng untuk menumis
Cara membuat :
- Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum, tuang minyak wijen, masukkan irisan daun bawang, taburi merica & kaldu ayam bubuk, aduk rata.
- Setelah bumbu harum benar, masukkan daging saus bolognaise, aduk rata. Kemudian masukkan sosis dan ayam suwir, aduk rata, biarkan kira2 5 menit agar bumbu meresap
- Masukkan nasi, aduk rata. Biarkan tetap di atas api selama kurang lebih 10 menit, sambil sesekali di aduk agar tidak ada bagian yang terlalu kering / gosong
Brownies Kukus Keju - Radin Cake
Ceritanya nyoba resep andalannya Radin Cake. Di inget2, koleksi loyang di rumah ga ada yg ukurannya persis di resep. Gapapa, nekat aja pake loyang ukuran 24×24. Eh, hasil kuenya jadi ketipisan. Ya sud lah, di potong 2, salah satu potongan, atasnya diolesin strawberry paletta, tumpuk deh. Tekstur kuenya lembut seperti umumnya brownies kukus. Cuman buat ei, kejunya kurang nendang
. Lumayan deh buat cemilan 2K besok
.
Berhubung kamera masih dipinjem, jadi fotonya masih seadanya yaaaa
Ini resepnya ei copas dari milis NCC.
Brownies Kukus Keju Radin Cake
Bahan A
- 2 butir kuning telur
- 2 butir telur utuh
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sdt vanilla extract
- 1/2 sdm emulsifier
- 1/2 sdt garam
Bahan B - aduk rata
- 75 gram tepung terigu protein sedang
- 25 gram susu bubuk
- 20 gram maizena
- 1/2 sdt baking powder
Bahan C - lelehkan
- 25 gram butter
- 85 mL minyak sayur
Bahan D
- 50 gram keju, potong dadu (ei pake parmesan parut)
Loyang: ukuran 30 x 10 x 4 cm - oles minyak atau carlo, alasi dengan kertas roti
Cara Membuat :
- Panaskan kukusan.
- Kocok Bahan A (kecuali garam) hingga kental berjejak, tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
- Ayakkan Bahan B ke Bahan A.
- Taburkan Bahan D, lalu aduk rata.
- Tuangkan Bahan C ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
- Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap.
- Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
- Setelah matang, oles dengan mentega kocok (ei pake butter cream), parutkan keju di atasnya.
Ngurusin SIM (mutasi & perpanjangan)
Tahun ini, pertama kali ei ngurusin perpanjangan SIM aka Surat Ijin Mengemudi. Alhamdulillah selama pegang SIM 5 taun kebelakang, ga pernah berurusan sama Polisi gara2 nyetir
.
Sebenernya pengen banget manfaatin layanan Mobil SIM keliling yang menurut cerita orang2 prosesnya ga ribet. Tapi berhubung alamat yang tertulis di KTP ei saat ini beda dengan alamat yang tertera di SIM, jadinya ragu2 apa bisa perpanjangan SIM diproses di Mobil SIM keliling.
Diskusi sama abang, diputusin kita ngurusin perpanjangan SIMnya di kantor Polres aja, cari aman. Pun sepakat kalo abang mau anterin Sabtu, hari ini, berangkat pagi.
Rencana berangkat pagi jadinya agak2 molor karena ga tega liat 2K nangis ditinggal. Kebetulan, 2K bangun kepagian hari ini, 1/2 5 subuh ajah. Jadi bisa dipastikan mereka akan tidur siang fase pertama agak pagian, sekitar jam 8-8.30.
Ternyata perkiraan tepat … 8.30 2K udah mulai tidur siang fase pertama :). Berangkatlah kita ke Polres di kompleks perkantoran PEMDA Cibinong - Kab Bogor.
Sampai di sana, banyak orang yang sama2 lagi proses perpanjangan SIM. Tapi ei sama abang ga liat ada oknum2 berseragam, yg kalo dulu2 pasti udah nemenin dari pertama kita masuk gerbang.
Liat kios photo copy penuh orang, jadinya kepikiran untuk photo copy dulu ktp sama sim soalnya yakin bakal diminta sebagai syarat administrasi.

Selesai photo copy, baru ke loket pengambilan formulir. Sampai di loket, dan bilang mau perpanjang SIM, petugas loket ngasih tau bahwa persyaratannya adalah photo copy SIM & KTP serta surat keterangan sehat. Persyaratan tersebut dimasukkan dalam map yang disediakan secara gratis disebelah loket pengambilan formulir.
Di sebuah ruangan di sudut belakang dekat kantin dan mushola, rupanya ada dokter yang praktek dan sepertinya khusus untuk menyediakan surat keterangan kesehatan
. Sampai disitu ei disuruh ambil nomor urut (dapet no 67), dan kertas kecil yang tergambar 2 kotak. Kotak yang satu untuk mengisi waktu datang ke ruang tunggu di situ, dan kotak yang satunya untuk di isi informasi waktu surat keterangan sehat diberikan oleh petugas di dalem ruangan.
Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas di ruangan tersebut minta ei nyerahin photo copy SIM & KTP untuk ditempel di map yang ei tadi ambil di deket loket pengambilan formulir.
Melihat alamat yang tertera di SIM ei adalah wilayah Kotamadya Bogor sedangkan alamat yang tertera di KTP ei adalah wilayah Kabupaten Bogor, petugas ngasih info bahwa ei harus melakukan mutasi terlebih dahulu dengan menarik berkas2 administrasi pembuatan SIM di Polres Kodya Bogor (istilahnya cabut berkas) dan membawanya serta untuk mengajukan perpanjangan SIM di Polres Kabupaten Bogor.
Itu kalo ei ga mau test teori dan praktek diulang lagi, karena kalo ngga mutasi maka permohonan perpanjangan SIM ditolak dan dianggap permohonan SIM baru.
“Untuk permohonan SIM baru, lebih baik ibu kembali lagi hari Senin. Karena hari ini hari Sabtu, waktu layanan kita lebih pendek, sementara antrian test teori dan praktek sudah banyak”, gitu tambahan keterangan petugas di ruang kesehatan.
Demi ngeliat antrian test teori dan praktek yang memang sudah panjang, plus udah diniatin maunya urusan perpanjangan SIM ini selesai hari ini supaya ga perlu ijin ga masuk kantor, ei sama abang ngitung2 waktu. Waktu itu udah jam 9.30. Kira-kira cukup ga waktunya untuk perjalanan ke Polres Kodya, cabut berkas ke Polres Kodya dan balik lagi ke Polres Kabupaten sebelum jam 11.30 (karena loket penyerahan formulir tutup jam 12.00).
Ah, dicoba dulu aja, kalo ga keburu ya resiko balik lagi hari Senin. Untung tadi kita pake motor. Kalo pake mobil udah pasti ga akan keburu, secara jalur dari Polres Kab ke Polres Kodya ada satu titik macet.
Setelah konsultasi dulu gimana caranya minta cabut berkas, akhirnya kita berangkat ke Polres Kodya. Dengan sedikit ngebut, dan betul kena satu titik macet, kita sampai di Polres Kodya jam 10.15
Di Polres Kodya orang-orang yang lagi urus SIM ga kalah banyaknya dengan yang di Polres Kab. Lagi-lagi ei sama abang ga ngeliat oknum berseragam yang berkeliaran bawa berkas sambil di tempel sama pendaftar.
Pendek cerita, urusan cabut berkas plus pembuatan surat pengantar mutasi selesai jam 11.00. Gerak cepat segera balik menuju Polres Kab. Jalanan sedikit lebih bersahabat dibanding waktu berangkat tadi. Meskipun tetap kena satu titik macet itu, kita bisa sampai di Polres Kab jam 11.15….alhamdulillah.
Tapi ternyata koq loket pengambilan formulir udah tutup
. Tanya2 sama bapak2 polisi yang tugasnya di loket setelah pengambilan formulir, dengan cerita kalo kita abis ambil berkas dulu di Polres Kodya, akhirnya ada salah satu bapak Polisi itu yang bantu masukin berkas syarat pendaftaran ke loket pengambilan formulir (ga pake uang, sumprit).
Untuk meyakinkan bahwa kita ga salah, abang liat lagi jadwal buka loket. memang tertulis untuk hari sabtu, loket buka sampai jam 12.00. Fyuuuh…
Setelah berkas diterima dan bayar biaya perpanjangan SIM, ei dikasih formulir untuk di isi dan nomor antrian.
Selesai isi formulir, proses selanjutnya adalah :
- penyerahan berkas + formulir untuk di input di database (loket 4).
- Scan tandatangan, foto dan pengambilan sidik ibu jari kiri kanan dengan alat elektronik (loket 5)
- Pencetakan kartu SIM (loket 4, SIM yang sudah jadi diambil di loket ini)
Di Polres Kabupaten, loket2 untuk proses2 tersebut tempatnya hampir berurutan. Setiap loket ada tulisan yang bisa dibaca dengan sangat jelas, apa yang dilakukan oleh petugas di loket tersebut plus waktu yang diperlukan oleh loket tersebut melaksanakan pekerjaan itu. Disamping itu juga hampir setiap keterangan proses diberi keterangan : tanpa biaya tambahan.
Sekitar jam 12.30, ei dah terima SIM baru dengan total biaya yang ei keluarkan untuk perpanjangan SIM kali ini adalah 110.000 yang terdiri dari :
- Biaya cabut berkas di Polres Kodya : 35.000
- Biaya perpanjangan SIM di Polres Kab : 60.000 plus premi Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP) 15.000.
Kesan yang ei dapet dari proses perpanjangan hari ini :
Kepolisian, khususnya di Polres Kodya dan Polres Kab Bogor sudah bebenah untuk memperbaiki citranya dalam melayani masyarakat, khususnya layanan SIM.
Semoga hasil bebenah ini bisa awet sampe waktu tak terbatas dan terus menerus dilakukan proses perbaikan tanpa henti.
Bravo POLRI yang bersih!
Note :
Foto di atas diambil di Polres Kodya Bogor, di Polres Kabupaten ga sempet foto2, maklum berasa diburu waktu …
Nasi Goreng Cuci Gudang
Tadinya bingung mau kasih namanya. Mau nasi goreng kulkas, udah pernah. Yah memang sih tetap manfaatin seadanya isi kulkas. Tapi kali ini bener2 ngasal.
Abis ujan2 kan enaknya makan yang anget2 gitu ya. Jadinya nanya deh sama orang paling ganteng di rumah (secara seisi rumah dia doang yang laki2
), mau dibikinin indomie rebus, apa nasi goreng? Eh, jawabannya mantep banget : “Nasi goreng!”.
Liat2 di kulkas, ada daging saus bolognaise sisa topping spagheti, sosis, sama tadi siang beli ayam KFC bawa pulang. Yah, udah 3 hari ini asisten yang biasa beres2 rumah & masak ga masuk, sakit. Dan berhubung dari pagi sampe siang tadi ei ngurus perpanjangan SIM, jadi ga sempet masak deh. Jadi hari ini lauknya beli diluar.
Waktu ngulek bumbu sempet kepikiran apa rasanya ya masakan itali ketemu kemiri kekekek. Eh ternyata mereka akur, ga pake acara brantem alias rasanya ga aneh deh…
Meskipun kalo disuruh ulang bikin yg persis kayak gini agak2 males juga ya secara harus sengaja bikin dulu daging saus bolognaise :p .
Waktu cerita2 sama mama rafayra, dikomentarin gini : itu mah cuci gudang namanya… hihihih, thanks ya de, udah nemuin judul nasi goreng hari ini
.
Nasi Goreng Cuci Gudang
Bahan :
- 5 porsi nasi (yah 5 piring deh)
- 5 sdm daging saus bolognaise
- 2 buah sosis, iris
- 1 potong ayam KFC (dada), suwir2
Bumbu (dihaluskan) :
- 3 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 5 buah cabai keriting
- 3 buah kemiri
- 1 sdm garam
1 batang daun bawang
1/2 sdt lada bubuk
1/2 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdm minyak wijen
3 sdm minyak goreng untuk menumis
Cara membuat :
- Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum, tuang minyak wijen, masukkan irisan daun bawang, taburi merica & kaldu ayam bubuk, aduk rata.
- Setelah bumbu harum benar, masukkan daging saus bolognaise, aduk rata. Kemudian masukkan sosis dan ayam suwir, aduk rata, biarkan kira2 5 menit agar bumbu meresap
- Masukkan nasi, aduk rata. Biarkan tetap di atas api selama kurang lebih 10 menit, sambil sesekali di aduk agar tidak ada bagian yang terlalu kering / gosong
Brownies Kukus Keju - Radin Cake
Ceritanya nyoba resep andalannya Radin Cake. Di inget2, koleksi loyang di rumah ga ada yg ukurannya persis di resep. Gapapa, nekat aja pake loyang ukuran 24×24. Eh, hasil kuenya jadi ketipisan. Ya sud lah, di potong 2, salah satu potongan, atasnya diolesin strawberry paletta, tumpuk deh. Tekstur kuenya lembut seperti umumnya brownies kukus. Cuman buat ei, kejunya kurang nendang
. Lumayan deh buat cemilan 2K besok
.
Berhubung kamera masih dipinjem, jadi fotonya masih seadanya yaaaa
Ini resepnya ei copas dari milis NCC.
Brownies Kukus Keju Radin Cake
Bahan A
- 2 butir kuning telur
- 2 butir telur utuh
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sdt vanilla extract
- 1/2 sdm emulsifier
- 1/2 sdt garam
Bahan B - aduk rata
- 75 gram tepung terigu protein sedang
- 25 gram susu bubuk
- 20 gram maizena
- 1/2 sdt baking powder
Bahan C - lelehkan
- 25 gram butter
- 85 mL minyak sayur
Bahan D
- 50 gram keju, potong dadu (ei pake parmesan parut)
Loyang: ukuran 30 x 10 x 4 cm - oles minyak atau carlo, alasi dengan kertas roti
Cara Membuat :
- Panaskan kukusan.
- Kocok Bahan A (kecuali garam) hingga kental berjejak, tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
- Ayakkan Bahan B ke Bahan A.
- Taburkan Bahan D, lalu aduk rata.
- Tuangkan Bahan C ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
- Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap.
- Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
- Setelah matang, oles dengan mentega kocok (ei pake butter cream), parutkan keju di atasnya.
17 October 2009
Category:


